slot online Panen138 Slot Gacor Panen77 qqwin88 mpo888 388hero bandarxl PENTASLOT KAIKOSLOT
slot online Slot69 slot online Slot Gacor slot online slot138 bonanza138 bonanza138

WALL·E (2008) 8.41,116,727

8.41,116,727
Trailer

WALL·E (2008) adalah unit terakhir dari banyak robot yang dibuat untuk membersihkan bumi. Setiap hari dia hanya ditemani seekor kecoa. Mereka saling memahami tetapi tidak dapat berbagi karena mereka tidak dapat berkomunikasi secara lisan. Mungkin WALL•E tidak perlu berkomunikasi untuk mengisi kekosongan karena dia hanya satu unit robot.

Namun, saat kami memasuki tempat perlindungan robot ini, kami melihat tumpukan memorabilia. Konsep tugu ini bisa jadi sama seperti kita melihat benda-benda peninggalan manusia di masa lampau. Semuanya hadir sebagai pengingat akan keberadaan manusia di masa lampau. Bagian yang paling mengharukan kemudian adalah cuplikan yang memperlihatkan beberapa orang menari di bawah lampu sorot sementara beberapa orang sedang mesra. WALL•E melihatnya dan mengingatnya.

Berdasarkan ingatannya dia menciptakan sesuatu yang tidak kita pikirkan di unit robot, dia memiliki jiwa. Pertumbuhan spiritual WALL•E mungkin disebabkan oleh keterpaparannya pada memorabilia manusia ini. Dia memiliki ingatan sehingga dia bisa belajar mengembangkan pesonanya. Robot ini mengumpulkan memorabilia manusia di rumahnya. Dari rekaman yang dimilikinya, ia pun mengembangkan daya tarik berupa cinta.

Lalu datanglah EVE, robot yang dikirim untuk mencari tanaman. Tumbuhan ini dibutuhkan sebagai sinyal keberadaan kehidupan organik di bumi. Keberadaan tumbuh-tumbuhan merupakan tanda harapan bagi manusia untuk hidup kembali di bumi. Kedatangan EVE mengagetkan WALL•E dengan bentuk robot yang jauh lebih maju dan modern dari dirinya. EVE juga bisa menjadi jawaban WALL•E untuk mengakhiri kesepian dan keterasingannya dari Bumi ini.

Ketika WALL•E menunjukkan pohon yang ia miliki di tengah koleksi memorabilia miliknya, EVE secara otomatis memasukkannya ke dalam tubuhnya dan tidak bergerak selama berhari-hari. WALL•E mengembangkan minatnya pada robot yang baru lahir itu sendiri setelah dikelilingi oleh memorabilia manusia. Menyentuh EVE menjelaskan bahwa WALL•E sudah memiliki jiwa, daya tarik, dan yang terpenting, cinta.